Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

YTF Anti TPPO Goes To School

Facebook
Twitter
LinkedIn
“Sosialisasi Human Trafficking dan Pelatihan Kampanye Media Sosial”

Pada Sabtu (22/7/2023), Youth Taskforce Anti TPPO mengadakan kegiatan YTF ANTI TPPO Goes To School  “Sosialisasi Human Trafficking dan Pelatihan Kampanye Media Sosial”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Katolik Thomas Aquino, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada pada pukul 08.30 WITA  sampai selesai.

(Foto: Penjelasan Materi oleh Narasumber)

         Kegiatan ini menghadirkan empat orang anggota Youth Taskforce Anti TPPO Simpul NTT sebagai narasumbernya, yakni Ando Roja Sola yang membawakan materi tentang “TPPO (Realita di NTT berbasis fakta dan data sampai pada pencegahannya)”, Alfrida Cherlina Ise dengan materi “Antisipasi Tawaran Media Untuk Menjawabi Kebutuhan Pendidikan dan Pasar Kerja”, Maria Stefania Goo Kowe dengan materi “Tamat SMA Mau Ke Mana? (Orientasi Masa Depan)” dan Ananius Donatus D. Rure yang membawakan materi tentang “Kampanye Media Sosial”

         Kegiatan ini disambut dengan penuh antusias dan sangat interaktif oleh para peserta yang adalah pengurus OSIS SMA Katolik Thomas Aquino tersebut, pasalnya TPPO menurut mereka merupakan hal yang jarang sekali terdengar padahal faktanya sudah banyak terjadi di daerah mereka. Selain itu, mereka senang karena mendapatkan pengetahuan baru perihal bagaimana memanfaatkan sosial media dengan baik, seperti menjadikannya sebagai media kampanye anti TPPO. Mereka diberi pemahaman dan pendampingan untuk praktik langsung membuat bahan kampanye di media sosial.

(Foto: Kampanye Media Sosial)

         Harapannya semoga dengan kegiatan ini para siswa/i SMA Katolik Thomas Aquino  Golewa dapat memahami apa itu TPPO sebenarnya, apa penyebabnya dan bagaimana cara mencegah serta mengatasi masalah TPPO ini, sehingga kiranya mereka tidak menjadi korban dan kiranya mereka dapat terus memberikan kampanye tentang TPPO baik melalui media sosial maupun disampaikan secara langsung kepada orang-orang di sekitar mereka. (Fany)

More Posts

Sampai Mana Kasus TPPO Mariance Kabu?

Mariance Kabu (43) adalah seorang penyintas Human Trafficking yang sampai sekarang masih menunggu keadilan. Kasusnya dimulai pada 2015 saat Mariance dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan

id_IDBahasa Indonesia