Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

YTF Anti TPPO Goes To School “SMK SANJAYA Bajawa Cegah TPPO”

Facebook
Twitter
LinkedIn

Youth Taskforce Anti TPPO menggelar sosialisasi anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kepada 50 peserta didik di SMK Sanjaya Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Rabu, 25 Oktober 2023 sejak pukul 08.00 WITA sampai selesai.

(Foto: Penjelasan Materi oleh Narasumber)

Hadir sebagai narasumber utama, Ando Roja Sola dan Maria Stefania Goo Kowe yang merupakan anggota Youth Taskforce Anti TPPO Simpul NTT. Hadir pula anggota Youth Taskforce Anti TPPO Simpul NTT lainnya yakni Alfrida Cherlina Ise dan Ananius D. Rure sebagai panitia bersama dengan Ibu Eka Munfarida Irfiani dan Pak Muh. Yusuf dari KITA Institute.

(Foto: Sambutan Direktur KITA INSTITUTE)

Ando Roja Sola yang membawakan materi bertajuk  “Mengenal TPPO berbasis fakta dan data” mengawali materinya dengan memberikan penjelasan terkait definisi dari TPPO itu sendiri, gambaran umum pekerja migran Indonesia, serta situasi TPPO di NTT berbasis fakta dan data. Ia berhasil menyadarkan para peserta tentang betapa pentingnya keterlibatan kaum muda dalam upaya pencegahan TPPO khususnya di NTT.

(Foto: Presentasi Materi oleh Narasumber)

Selanjutnya Maria Stefania Goo Kowe  dengan materi “Orientasi Masa Depan, Tamat Sekolah Mau Ke Mana?” memberikan penjelasan tentang sejauh mana seseorang atau kelompok (para pelajar tingkat SMK) berpikir mengenai masa depan mereka dengan mengkonsekuensi masa depan dan merencanakan sebuah rencana ke depan sebelum bertindak. Ia pun berhasil menyadarkan para peserta tentang pentingnya upaya antisipasi terhadap masa depan, apa yang hendak mereka lakukan setelah tamat SMK, baik itu tetap tinggal di Bajawa ataupun merantau/bermigrasi.

(Foto: Suasan Kegiatan)

Tidak hanya itu saja, setelah kedua narasumber mempresentasikan materi mereka masing – masing, keduanya kemudian bersama memberikan penjelasan tentang kampanye anti TPPO melalui media sosial, yang dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan konten kampanye melalui dampingan panitia kegiatan pada sesi terakhir.

Harapannya melalui kegiatan ini peserta memahami kondisi, penyebab permasalahan, dampak dan pencegahan perdagangan orang di NTT, serta terlibat aktif melakukan kampanye anti Tindak Pidana Perdagangan Orang di media sosial. (Fani)

(Foto: Bersama Kepala SMK Sanjaya Bajawa) 

More Posts

Sampai Mana Kasus TPPO Mariance Kabu?

Mariance Kabu (43) adalah seorang penyintas Human Trafficking yang sampai sekarang masih menunggu keadilan. Kasusnya dimulai pada 2015 saat Mariance dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan

id_IDBahasa Indonesia