Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

Warga Sukabumi Ditipu dan Disekap di Laos Meminta Pertolongan di Facebook

Facebook
Twitter
LinkedIn

Ilustrasi.Net

AF (28) menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Laos. Ia berasal dari Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

AF meminta pertolongan melalui akun facebooknya. Ia menceritakan kronologinya bagaimana ia bisa menjadi korban TPPO dan bagaimana kondisinya sekarang disana.

“Kronologi mau dipekerjakan di Thailand malah disebrangkan ke Laos lewat sungai Mekong, di gedung ini saya tidak bisa keluar dan dikurung, mau makan pun susah karena mengandung babi. Jadi susah makan,” tulis AF di Facebook dilansir dari detik.com, Selasa (9/8/2022).

Dalam postingannya, AF men-tag beberapa akun pejabat negara seperti Polres Sukabumi Kota, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Presiden Indonesia Joko Widodo.

“Semoga pihak Divisi Humas Polri Polres Sukabumi bisa menolong saya teman saya dan warga Indonesia di sini yang terjebak jadi korban perdagangan orang bisa keluar dari gedung ini. Ridwan Kamil, Presiden Joko Widodo, Kepala BP2MI RI, Humas Polres Sukabumi Kota,” tulisnya.

Dalam kesehariannya biasanya AF hanya makan dengan nasi saja tanpa lauk sebab lauk pauk yang disediakan mengandung babi. Terkadang jika ada sayur ia makan juga.

AF berangkat dari Indonesia pada Selasa (2/8/2022) bersama seorang temannya dari Kabupaten Sukabumi. Mereka naik pesawat dari Jakarta menuju Thailand.

Sesampainya di Thailand, mereka dibawa hingga ke tepian sungai Mekong perbatasan Thailand dan Laos.

Di Laos, mereka tinggal di sebuah apartemen. Mereka dipekerjakan sebagai pencari investor di situs aplikasi trading.

Hal yang membuat mereka pada awalnya tertarik bekerja di luar negeri adalah diiming-imingi kerja dengan gaji besar yaitu US$ 1.000.

Namun faktanya justru naas, mereka tidak bekerja di Thailand sebagaimana yang dikatakan di awal, justru dibawa ke Laos. Mereka berada salam satu kamar pula dengan orang dari Lampung.

Mereka dalam kondisi yang baik-baik saja. Akan tetapi handphone pribadi dan juga dokumen-dokumen penting sudah disita semenjak Senin (8/8/2022).

“Tadi hp saya disita, ini komunikasi pakai hp perusahaan. Handphone yang dipegang saya ini untuk mencari investor-investor itu (buat nipu orang),” terang AF.

“Minta doanya dan sharenya mumpung ada koneksi karena komunikasi dibatasi. Saya dan teman saya jadi korban perdagangan manusia di Laos,” pintanya di status Facebook. (Roudhotul Jannah)

Disarikan dari media detik.com

More Posts

Sampai Mana Kasus TPPO Mariance Kabu?

Mariance Kabu (43) adalah seorang penyintas Human Trafficking yang sampai sekarang masih menunggu keadilan. Kasusnya dimulai pada 2015 saat Mariance dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan

id_IDBahasa Indonesia