Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

TOT Modul Pencegahan TPPO Dengan Pendekatan Gender Transformatif

Facebook
Twitter
LinkedIn
Peserta TOT

Zero Human Trafficking Network (ZHTN) bersama dengan Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI) dan Rifka Anisa kembali mengadakan Training of Trainer Modul Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan pendekatan gender Transformatif, sebagai tindak lanjut dari pelatihan yang sebelumnya telah diadakan di Kupang pada bulan Oktober 2023 yang lalu dengan peserta yang sama pula, yakni 13 orang dari Nusa Tenggara Timur, 3 orang dari Jawa dan 1 orang dari Sumatera.

(Foto:Penerimaan di Desa)

Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari yaitu sejak 24 – 28 November 2023 bertempat di Kemah Tabor Mataloko, Ngada, Nusa Tenggara Timur yang difasilitasi oleh Ibu Suharti dan Ibu Indiah Wahyu Andari dari Rifka Anisa.

Materi yang diajarkan kepada peserta selama pelatihan ini adalah Migrasi Aman, Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pencegahannya, Faktor – Faktor Risiko Perdagangan Orang, Perubahan Perilaku dan Budaya Berbahaya Yang Berkontribusi Pada Perdagangan Orang, serta Teknik Fasilitasi. Kelima materi ini diberikan selama tiga hari pertama kegiatan, sedangkan pada hari keempat dan kelima para peserta terjun langsung ke masyarakat tepatnya ke dua desa yakni Desa Wogo dan Desa Ulubelu di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur untuk mempraktekkan teknik menjadi Fasilitator yang baik dengan membawakan materi yang ada dalam Modul Pencegahan TPPO dan tentu saja materi tersebut sudah mereka dapatkan selama pelatihan.

(Foto: Suasana Kegiatan)

Harapannya melalui kegiatan ini dapat dipastikan bahwa Modul Pencegahan TPPO yang telah dibuat oleh tim ZHTN dapat dipahami secara tepat sehingga bisa diimplementasikan di komunitas/kelompok, oleh para pemangku kepentingan dari berbagai pihak di tingkat desa, para Tokoh Adat, Tokoh Agama, pimpinan komunitas/organisasi kepada kelompok mereka di masing – masing wilayah di Jawa dan Nusa Tenggara Timur.* (Fani)

(Foto: Sesi Diskusi Kelompok)

More Posts

Sampai Mana Kasus TPPO Mariance Kabu?

Mariance Kabu (43) adalah seorang penyintas Human Trafficking yang sampai sekarang masih menunggu keadilan. Kasusnya dimulai pada 2015 saat Mariance dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan

id_IDBahasa Indonesia