Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

Talithakum Malang Raya Selenggarakan Webinar Penghargaan terhadap Kaum Perempuan

Facebook
Twitter
LinkedIn

“Jika Engkau Ingin membangun sebuah bangsa , maka mulailah dari kaum perempuannya”, itulah kutipan ucapan narasumber utama yaitu ibu Sri Wahyuningsih, SH., M.Pd pada kegiatan webinar “Membangun budaya penghargaan terhadap kaum perempuan” yang diselenggarakan pada 8 Maret 2021 yang diprakarsai oleh Talithakum Jaringan Malangraya. Lebih lanjut Bu wahyu mengatakan bahwa tingginya angka statitisik korban kekerasan dan pelecehan di Indonesia adalah pada korban perempuan dan anak. Hal ini menjadi peringatan dan catatan bagi semua pihak betapa tingginya kerentanan kejahatan kemanusiaan terhadap kaum perempuan. Hal ini disebabkan juga budaya patriarkhi yang berlangsung turun temurun yang menempatkan perempuan sebagai kaum lemah. Selain itu budaya tersebut memunculkan doktrin yang menyesatkan dalam dunia industri hiburan dimana kaum perempuan sebagai obyek. Eksistensi wanita dalam konteks budaya patrarkhi memang memberikan belenggu bagi keberadaan dan keterlibatan kaum perempuan.

Webinar yang berdurasi  dua jam tersebut diikuti oleh berbagai kalangan dan profesi antara lain dosen, mahasiswa, aktivis, para legal dari seluruh kota di Indonesia. Pembicara kedua webinar adalah ibu Mardi setianingsih, SH. Memberikan sharing, inspirasi dan memotivasi peserta daring dengan mensharingkan pengalaman hidup dan diharapkan peserta diskusi dapat merefleksikannya pada pengalaman hidup masing – masing

Webinar ini  diselenggarakan sebagai momentum memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 maret setiap tahunnya. Terselenggaranya webinar ini dilatarbelakangi oleh misi Talithakum Malangraya sebagai sebuah lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada upaya membangun kesadaran dan edukasi tentang bahayanya tindak pidana perdagangan orang. Oleh karena itu pentingnya upaya menumbuhkan kesadaran penghargaan terhadap kesetaraan gender dan pengharggan terhadap kaum perempuan, adalah juga merupakan perhatian Talithakum Malang raya. (Avianti/Talithakum Malang Raya)

More Posts

Sampai Mana Kasus TPPO Mariance Kabu?

Mariance Kabu (43) adalah seorang penyintas Human Trafficking yang sampai sekarang masih menunggu keadilan. Kasusnya dimulai pada 2015 saat Mariance dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan

id_IDBahasa Indonesia