Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

Seri Ke-2 Bincang Human Trafficking: Berbagi Pengalaman Advokasi TPPO

Facebook
Twitter
LinkedIn

Pada Selasa (20/02/2024) Divisi Advokasi dan Lobby Zero Human Trafficking Network kembali menyelenggarakan Bincang Human Trafficking: Berbagi Pengalaman Advokasi TPPO. Kegiatan ini dilakukan secara online dengan empat orang narasumber yaitu Romo Paschal dari KKPPMP Keuskupan Pangkal Pinang, Pdt. Emmy Sahertian dari Komunitas Hanaf Kupang NTT, Sonya Sinombor dari Jurnalis Kupang Jakarta dan Gabriel Goa dari PADMA Indonesia.

(Foto: Peserta Bincang Human Traffcking)

Ini merupakan seri kedua dari Bincang Human Trafficking. Secara umum keempat narasumber menjelaskan tentang pengalaman masing-masing dalam penanganan dan pencegahan kasus TPPO. Romo Paschal menjelaskan tentang gerakan yang dilakukan oleh masyarakat sipil sejak 2016 yaitu Save Migran, di dalamnya tergabung 15 lembaga yang bergerak di sektor agama, budaya dan lembaga swadaya masyarakat.

Gerakan ini hadir atas keprihatinan kasus TPPO yang mendominasi sedangkan tidak ada satu pun kasus yang sampai pada keputusan pengadilan.

(Foto: Romo Paschal dalam penjelasan materi)

Selanjutnya, dari Kupang Pdt. Emmy menyebutkan bahwa TPPO mengalami normalisasi dengan beberapa masalah utama yaitu digitalisasi perekrutan dan scam cyber, TPPO berwajah smuggling, paduan modus AKAD (antar kerja antar daerah) dan AKAN (antar kerja antar negara) dimana NTT juga menjadi daerah tujuan, pengembangan daerah transit dan modus pendidikan.

Pdt. Emmy juga memberikan penguatan kepada peserta yang hadir agar tidak patah semangat dan tetap meneruskan kerja-kerja baik untuk kemanusiaan.

(Foto: Sonya dalam penjelasan materi)

Sonya Sinombor dalam presentasinya menegaskan bahwa TPPO menjadi ‘darurat’ saat viral. TPPO adalah kejahatan kemanusiaan yang sangat serius sehingga harus di perangi. Untuk itu Sonya mendorong agar adanya perubahan untuk kemanusiaan yang bisa dimulai dari diri sendiri dengan langkah-langkah sederhana.

Narasumber terakhir, Gabriel Goa memaparkan kerja-kerja dari PADMA Indonesia yaitu pertama langkah pencegahan seperti penyebaran informasi tentang Anti Human Traffcking dan Migrasi Aman melalui media cetak, media online, media elektronik daerah, nasional dan internasional. Kedua dengan pendampingan korban di rumah aman Gembala Baik. Juga menyebutkan penanganan beberapa kasus TPPO seperti kasus TPPO yang terjadi di Sumba, Nagekeo dan Ngada.*(Jeny)

More Posts

Sampai Mana Kasus TPPO Mariance Kabu?

Mariance Kabu (43) adalah seorang penyintas Human Trafficking yang sampai sekarang masih menunggu keadilan. Kasusnya dimulai pada 2015 saat Mariance dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan

id_IDBahasa Indonesia