Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

Perangi Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, TRUK Gelar Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Kepada Layanan Berbasis Komunitas (LBK) di Kabupaten Ende

Facebook
Twitter
LinkedIn
Penguatan Kapasitas LBK

Lembaga Perkumpulan Perempuan Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRUK) terus berupaya menekan tindak kekerasan yang saat ini marak terjadi secara khusus untuk kabupaten Ende dan kabupaten Sikka. Upaya menekan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Sejauh ini tim TRUK telah melibatkan pemerintah, masyarakat umum, LSM dan beberapa lembaga pemerhati kemanusiaan yang tersebar di hampir setiap wilayah Indonesia. Kali ini tim TRUK kembali memberikan pelatihan dan penguatan kapasitas kepada Layanan Berbasis Komutas (LBK) di kabupaten Ende. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama empat hari dimulai pada Rabu 12 Juli sampai Sabtu 15 Juli 2023 di Aula Hotel Flores Mandiri, Jl. Melati No.1, Kelurahan Paupire, Kecematan Ende Tengah, Kabupaten Ende. Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dari dua LBK yakni 15 orang dari LBK Desa Woloaro dan 15 orang dari LBK Desa Tendambepa. Adapun tiga tujuan yang menjadi target dalam kegiatan ini yakni, pertama, memperkuat konsep Layanan Berbasis Komunitas (LBK) dan Konsep Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA); kedua, mempertajam pemahaman anggota Layanan Berbasis Komunitas (LBK) tentang HAM, Gender, Kekerasan terhadap perempuan berbasis gender dan kekerasan terhadap anak; dan ketiga, memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis tentang konseling dasar, dokumentasi kasus dan alur penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

(Foto: Penjelasan Materi oleh Sr. Fransiska)

Program pembentukan LBK oleh Lembaga Perkumpulan Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRUK) sudah digagas sejak tahun 2015. Keterlibatan masyarakat dalam menekan tindak kekerasan dan pelecehan seksual pada perempuan dan anak tentunya menjadi harapan terbesar bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sikka dan secara khusus bagi lembaga TRUK sendiri. LBK atau Layanan Berbasis Komunitas merupakan merupakan layanan yang lahir dari inisiatif dan dikelola dan untuk masyarakat dan berbasis pada potensi lokal serta berangkat dari kebutuhan masyarakat atas situasi dan kondisi di lingkungan sekitarnya. TRUK dalam pelayananan misi kemanusiaanya menyadari bahwa kasus kekerasan dan pelecehan seksual saat ini sudah menjadi trending topic di wilayah kabupaten Ende dan Sikka. Berdasarkan CATAHU Lembaga Perkumpulan Perempuan Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRUK), sepanjang tahun 2022 terdapat 111 korban dengan rincian di Kab Sikka  103 pengaduan dan Kab Ende 8 Pengaduan yang terdiri dari 83 anak dan 28 perempuan dewasa; Jumlah laporan kasus tahun 2022 mengalami kenaikan 6,30% dibandingkan tahun 2021 (pengaduan 104 korban). Sejauh ini TRUK sudah membentuk dua LBK untuk wilayah Kabupaten Ende dan sembilan LBK di wilayah Kabupaten Sikka. Untuk Wilayah Kabupaten Ende, TRUK membentuk LBK Tebo Aji Lo Ana Desa Woloaro Kecamatan Lio Timur dengan jumlah anggota 15 orang dan  LBK Sike Ine Pawe Ana Desa Tendambepa Kecamatan Nanganpenda dengan jumlah anggota 15 orang. Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Sikka TRUK membentuk LBK  Liar Turang Rang Plota Desa Geliting, LBK Lahi Lehang Desa Waiara, LBK Sinar Desa Done, LBK  Jaga Plamang Desa Blatatatin, LBK Tabe Tangar Desa Bloro, LBK Bintang Kejora Desa Magepanda, LBK Desa Watumilok, LBK Kelurahan Kabor, dan LBK Kelurahan Nangameting. Pembentukan LBK di setiap desa tidak begitu saja dibentuk dengan bermodalkan komunikasi dengan para tokoh di desa-desa, tetapi sebelumnya tim TRUK melakukan assemen untuk mengetahui fakta dan realitas yang terjadi di desa sasaran.

Kegiatan pelatihan ini diperkuat oleh beberapa narasumber yakni P.Otto Gusti, SVD, Ibu Hendrika Hungan, S.E, Ibu Yosfina Dafrosa Keytimu, S.E, Sr. Fransiska Imakulata, SSpS, Ibu Elisabeth Istilcha De Irma, S.Psi,  Bapak Gabriel Boleng (Tenaga Ahli Kementerian Desa Kabupaten Ende) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD ) Kabupaten Ende. (Ando Raja Sola)

More Posts

Sampai Mana Kasus TPPO Mariance Kabu?

Mariance Kabu (43) adalah seorang penyintas Human Trafficking yang sampai sekarang masih menunggu keadilan. Kasusnya dimulai pada 2015 saat Mariance dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan

id_IDBahasa Indonesia