Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

Kaum Muda Se-Nusantara Bicara Human Trafficking di Yogyakarta

Facebook
Twitter
LinkedIn

Zero Human Trafficking Network (ZHTN) bersama KITA INSTITUTE Wonosobo, mengadakan lokakarya online journalistic (jurnalistik daring) bagi 25 orang muda yang tergabung dalan Youth Taskforce Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Kegiatan ini dilaksanakan pada  2-3 Desember 2021 bertempat di Hotel Porta By The Ambarruko, Jalan Colombo No 7, Samirono, Caturtunggal, Sleman, Yogyakarta. Peserta kegiatan ini terdiri dari kaum muda dari berbagai wilayah di Indonesia antara lain NTT, Kalimantan Tengah, Papua, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Lampung, Bengkulu, dan Kepulauan Riau.

Karsiwen, selaku direktur Kabar Bumi (Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia) menyampaikan bahwa penanganan kasus TPPO membutuhkan persebaran yang luar biasa karena penyelesaian kasusnya lama, kendala lain penegakan hukum di Indonesia masih rendah, disamping masih banyak kasus-kasus yang tidak terdokumentasikan dengan baik. Sementara itu, Eka Munfarida Irfiani (Direktur KITA Institute) menandaskan bahwa, kegiatan ini merupakan Langkah strategis bagi kaum muda untuk terlibat dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana perdagangan orang melalui media sosial. Hal ini menurut Eka,kaum muda merupakan pengguna media sosial terbesar di Indonesia sambil mengutip data BPS bahwa dari 143 anak muda, 54% sudah menggunakan internet. Inilah yang mendorong KITA Institute menginisiasi kegiatan pelatihan dan lokakarya jurnalistik online yang berpihak kepada korban TPPO  untuk kalangan kaum muda.

Pemanfaatan media sosial salah satunya melalui broadcast orang hilang di media sosial, menjadi langkah atau peluang kita dalam upaya penanganan kasus, di sisi lain berkembanganya teknologi tidak hanya berdampak negatif tetapi juga berdampak positif jadi ada sisi positif dan negatif-ungkap Anisa peserta asal Lampung

Dari sudut pandang lain Mbak Narumi, salah seorang narasumber dari lokakarya ini menegaskan tentang pentingnya pelibatan perempuan muda untuk aktif melakukan pencegahan TPPO, karena menurutnya jumlah kaum perempuan yang menjadi korban eksploitasi TPPO melalui media sosial sangat tinggi. Maka dibutuhkan ketrampilan dalam pembuatan konten media sosial secara baik dan berganggungjawab demi menghindar ketergantungan digital, tambah Imam Ahmad Ihsanuddin yang mengulas konten media sosial bagi kaum muda.

Pada sesi yang sama, Romo Agus Duka, SVD  (Koordinator ZHTN) mengharapkan agar lokakarya jurnalistik online untuk kawula muda ini hendaknya memantik kesadaran baru dalam diri kaum muda untuk melibatkan diri dalam jejaring bersama mengeliminasi tindak pidana perdagangan orang dengan memanfaatkan portal media sosial yang mereka miliki. Hendaklah kalian menjadi corong rakyat yang menderita dan bukannya menjadi corong dan humas para penguasa. Jadilah jurnalis amanat penderitaan rakyat (tentang keluh kesah kaum miskin dan tertindas) sekaligus menggali dan memperkenalkan  best practises (kisah sukses kaum marginal) kepada publik.

Lokakarya ini memberikan kesan yang mendalam bagi kaum muda dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka nantinya menjadi simpul-simpul hidup bagi upaya pemberantasan tindak pidana perdagangan orang di persada ini. (Anisa-Kita Institute)

More Posts

Sampai Mana Kasus TPPO Mariance Kabu?

Mariance Kabu (43) adalah seorang penyintas Human Trafficking yang sampai sekarang masih menunggu keadilan. Kasusnya dimulai pada 2015 saat Mariance dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan

id_IDBahasa Indonesia