Zero Human Trafficking Network

Connecting People, Make the Movement Visible

Anak Muda Ngada Bergerak Bersama Pelajari HKSR dan GBV Dalam Perspektif Agama dan Budaya Ngada

Facebook
Twitter
LinkedIn

Pada hari Sabtu, 11 November 2023 bertempat di aula hotel Edelweis Bajawa, Anak – anak muda Ngada mengikuti pelatihan HKSR & GBV dalam perspektif Agama dan Budaya di Kabupaten Ngada yang diadakan oleh Instituta Hak Asasi Perempuan (IHAP) bekerjasama dengan Komunitas Zo’o Mora Ngada, yang di dalamnya hadir pula anggota Youth Taskforce Anti TPPO Simpul NTT.

(Foto: Suasana Kegiatan)

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 sampai pukul 17.00 tersebut menghadirkan 20 orang anak muda Ngada yang berasal dari berbagai latar belakang dan tingkatan usia, mulai dari yang masih duduk di bangku SMA hingga ada pula yang sudah memiliki pekerjaan. Keberagaman ini bertujuan untuk menghadirkan informasi, pengalaman, cerita dan kisah yang beragam pula yang dilihat dari berbagai sudut pandang anak muda. Semua peserta dalam kegiatan tersebut sangat antusias dan aktif, sebab menurut mereka hal – hal yang dipelajari terjadi secara nyata dalam kehidupan mereka sehari – hari.

(Foto: Sesi Diskusi Kelompok)

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dari upaya penyadaran yang berujung pada perubahan perilaku terkait Hak Kesehatan Seksual Reproduksi (HKSR) dan Gender Based Violence (GBV) di wilayah Kabupaten Ngada, terutama yang dilihat dari perspektif agama dan budaya di Kabupaten Ngada itu sendiri.

Meningkatkan kesadaran tentang masalah ini adalah langkah awal yang harus dilakukan sebagai upaya pencegahan. Dengan melibatkan generasi muda dalam upaya ini, dapat memunculkan harapan baru untuk melihat masa depan yang terbebas dari masalah – masalah terkait kesehatan seksual reproduksi dan ketidakadilan gender. Harapannya semakin banyak anak muda Ngada yang mau terlibat secara aktif dalam upaya menghadirkan perubahan ke arah yang baik tersebut agar cita – cita mulia menciptakan masa depan yang cerah dapat diwujudkan di bumi tanah Ngada.* (Fani)

(Foto: Sesi Pemaparan Hasil Diskusi Kelompok)

More Posts

Sampai Mana Kasus TPPO Mariance Kabu?

Mariance Kabu (43) adalah seorang penyintas Human Trafficking yang sampai sekarang masih menunggu keadilan. Kasusnya dimulai pada 2015 saat Mariance dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan

id_IDBahasa Indonesia